sepasang kekasih sedang bertengkar dan berpikir apa itu toxic relationship

Apa Itu Toxic Relationship dan Ciri-cirinya

Pernah ga sih kalian denger istilah toxic relationship? Apa sih itu toxic relationship? Apakah kalian adalah salah satu dari korbannya? Mungkin bagi bro-sist yang sudah pernah mendengar istilah ini juga masih belum bisa merasakan apakah dia adalah salah satu orang yang terjebak dalam hubungan ini atau sebenarnya hanya menjalani hubungan yang hanya sebatas formalitas belaka. 

Mungkin kalian pernah merasakan sendiri atau mendengar cerita hubungan asmara orang lain tentang salah satu orang yang menjalin hubungan asmara atau bahkan keduanya merasakan “Kok gue capek ya jalanin ini sama dia? Kok gua ngerasa hubungan ini udah ga sehat ya buat masa depan gue?” Kalau kalian pernah seperti ini, bisa jadi kalian adalah salah satu orang yang pernah merasakan Toxic Relationship.

So, apakah Toxic Relationship itu normal dalam hubungan? Kenapa sih bisa terjadi toxic relationship? Apakah cinta yang terlalu mendalam itu penyebabnya? Gimana cara atasin toxic relationship? Yuk kita simak lebih lanjut di artikel.

Apa Itu Toxic Relationship

Apa sih toxic relationship itu? Dari istilahnya bisa kita terjemahkan Toxic Relationship adalah “hubungan beracun”. Seperti halnya medis, racun adalah sesuatu yang tidak menyehatkan bagi tubuh, begitu juga dalam hubungan. Toxic relationship adalah hubungan tidak sehat yang merugikan dan merusak salah satu atau kedua belah pihak yang terlibat karena walaupun sedang dalam hubungan, tapi salah satu atau keduanya merasa tidak bahagia, direndahkan, merasa adanya ketidakadilan, dan bisa jadi mengarah pada sasaran amarah yang bisa menimbulkan kekerasan fisik maupun psikologis. 

Oleh karena itu, Toxic Relationship yang dibiarkan terus menerus dapat mempengaruhi kesehatan mental, emosional, dan fisik individu yang terlibat. Apakah ini hanya berlaku untuk orang yang berpasangan? Nope! Ternyata toxic relationship juga bisa kita temui pada hubungan kita dengan teman ataupun keluarga loh! Berikut ciri ciri bro-sist kalian sedang terjebak dalam Toxic Relationship.

Ciri-ciri Toxic Relationship

Kontrol dan Manipulasi

Salah satu pihak dalam hubungan ini mungkin mencoba mengendalikan atau memanipulasi yang lain. Ini bisa melibatkan tindakan-tindakan seperti membatasi kebebasan individu, mengontrol uang atau akses kepada sumber daya, atau bahkan memaksa individu untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak ingin lakukan.

Perilaku Abusif

Ini bisa mencakup berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun emosional. Orang yang terlibat dalam hubungan ini mungkin mengalami pelecehan, ancaman, atau tindakan fisik yang merugikan.

Ketidakseimbangan dalam Kepuasan

Salah satu pihak mungkin merasa bahwa mereka selalu memberikan lebih banyak dalam hubungan ini daripada yang mereka terima, baik dalam hal perhatian, pengorbanan, atau dukungan.

Komunikasi yang Tidak Sehat

Kurangnya komunikasi yang sehat dan terbuka adalah ciri lain dari hubungan toksik. Ini bisa berarti tidak ada komunikasi sama sekali atau komunikasi yang selalu berakhir dengan pertengkaran atau perasaan terluka.

Perasaan Terkekang

Orang dalam hubungan ini mungkin merasa terjebak atau tidak bisa pergi karena berbagai alasan, seperti ancaman atau ketergantungan emosional.

Dampak pada Kesehatan Mental dan Fisik

Toxic Relationship seringkali dapat merusak kesehatan mental dan fisik individu yang terlibat. Ini bisa mencakup stres kronis, kecemasan, depresi, atau bahkan masalah fisik seperti gangguan tidur atau masalah pencernaan.

Kenapa Bisa Ada Toxic Relationship? Apa Penyebabnya?

Mungkin diantara bro-sist ada yang berpikiran kalau toxic relationship adalah suatu hal yang wajar dalam hubungan.  Atau mungkin, beranggapan bahwa ini terjadi karena pasangan atau lingkungan kita yang terlalu “sayang” dan inilah cara mereka memperlakukan kita sebagai orang yang disayang. Apakah ini benar?

Guys, pada kasus ini kita harus jeli dalam menilai situasi dan perasaan yang kita rasakan. Bedakan antara desire to love dan desire to dominate (keinginan untuk mencintai dan keinginan untuk mendominasi). Toxic relationship tidak muncul karena cinta yang terlalu besar. Sebenarnya, toxic relationship biasanya terjadi karena masalah dalam dinamika hubungan, ketidakseimbangan kekuasaan, dan kurangnya komunikasi yang sehat daripada karena cinta yang mendalam.

Faktor yang Dapat Menyebabkan Toxic Relationship

Ketidakseimbangan Kekuasaan

Salah satu pihak dalam hubungan ini mungkin mencoba mengendalikan atau memanipulasi yang lain, dan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan kekuasaan yang merugikan. Di mana dalam hubungan, kita harus setara. Tidak ada yang lebih di atas ataupun lebih di bawah, melainkan saling berdampingan satu sama lain.

Ketidakcocokan Nilai dan Tujuan

Jika pasangan memiliki nilai-nilai, tujuan, atau harapan yang sangat berbeda, ini bisa menyebabkan konflik dan memicu terjadinya Toxic Relationship bila masing-masing pasangan tidak bisa menerima nilai dan tujuan satu sama lain. Hal ini penting untuk dikomunikasikan pada saat tahap pdkt.

Ketidakmampuan untuk Mengatasi Konflik

Jika pasangan tidak dapat mengatasi konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif, maka masalah yang tidak terselesaikan dapat merusak hubungan. Bro-sist yang sering menumpuk masalah, mengarah pada menghindari masalah bukan menyelesaikannya, hal ini menjadi sesuatu beban yang semakin lama dipendam semakin besar tanggungan yang dibawa semakin merasa hubungan yang dijalani menjadi tidak sehat dan menyenangkan.

Masalah Pribadi atau Kesehatan Mental

Beberapa individu dalam hubungan mungkin mengalami masalah pribadi atau kesehatan mental yang dapat memengaruhi perilaku mereka dan berakibat pada hubungan satu sama lain.

Ketergantungan Emosional

Ketergantungan emosional yang berlebihan pada pasangan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam hubungan dan bahkan dapat berpotensi menjadi toksik. Penyebab ini yang kadang dipersepsikan bahwa hal tersebut normal karena itulah cinta. Tapi ternyata bukan bro-sist, ini adalah ketergantungan emosi pada pasangan. Semakin kita bergantung pada pasangan, maka akan timbul rasa semakin ingin mengekang. Hal ini yang menjadi pemicu terjadinya Toxic Relationship.

Perilaku Abusif

Kehadiran kekerasan baik fisik atau emosional yang merusak dalam hubungan selalu merupakan bahaya dan biasanya tidak terkait dengan perasaan cinta yang sehat.

Cara Mengatasi Toxic Relationship

Gimana sih cara kita mengatasi masalah hubungan ini? Penting untuk diingat bahwa tidak semua konflik dalam hubungan bro-sist adalah toxic relationship. Pada dasarnya cinta yang mendalam seharusnya tidak merusak hubungan, sebaliknya seharusnya rasa itu memperkuatnya untuk mengarah ke hal-hal positif di kedua belah pihak. Hubungan yang sehat membutuhkan cinta, dukungan, komunikasi yang terbuka, dan penghargaan terhadap satu sama lain.

Apakah ini mudah? Itu semua tergantung dari respon seluruh pihak yang terlibat. Namun sering kali mengatasi toxic relationship adalah proses yang sulit karena memerlukan upaya dari semua pihak yang terlibat untuk mau berubah ke arah yang lebih baik dan saling mengerti satu sama lain.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat bro-sist pertimbangkan jika kalian berada dalam toxic relationship:

Pahami Kondisi dan Apa yang Bro-sist Rasakan

Pertama-tama, penting untuk mengenali bahwa bro-sist berada dalam Toxic Relationship. Pahami satu sama lain, termasuk perilaku yang merugikan dan dampaknya pada kesejahteraan bro-sist.

Mengkomunikasikan Masalah

Cobalah untuk berbicara terbuka dengan pasangan bro-sist tentang masalah dalam hubungan. Komunikasi yang jujur dan terbuka dapat membantu bro-sist memahami perspektif masing-masing dan mencari solusi bersama. Hal ini dapat sangat membantu bagi bro-sist yang sedang menjalani LDR.

Berbicara dengan Orang yang Dapat Dipercaya

Bicarakan masalah bro-sist dengan teman dekat, anggota keluarga, atau seorang profesional seperti seorang konselor atau terapis. Mereka dapat memberikan dukungan emosional, saran, dan pandangan objektif tentang situasi bro-sist.

Buat Batasan dan Aturan

Jika pasangan bro-sist bersedia untuk mengubah perilaku mereka dan memperbaiki hubungan, pertimbangkan untuk menetapkan batasan dan aturan yang jelas untuk menjaga kesehatan hubungan bro-sist.

Pertimbangkan Bantuan Profesional

Jika hubungan terus toksik dan membahayakan keadaan bro-sist, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau terapis. Terapis dapat membantu bro-sist dan pasangan bro-sist mengatasi masalah dan mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih sehat.

Pertimbangkan Putus

Dalam beberapa kasus, toxic relationship mungkin tidak dapat diperbaiki. Jika keadaan menjadi sangat buruk dan merugikan, pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan tersebut demi kesejahteraan bro-sist.

Prioritaskan Diri Sendiri: Selalu ingat bahwa kesejahteraan bro-sist adalah prioritas utama. Jangan ragu untuk menjaga diri sendiri dan membuat keputusan yang terbaik bagi bro-sist, bahkan jika itu berarti meninggalkan hubungan yang merugikan untuk bro-sist.

Cari Dukungan Masyarakat

Banyak organisasi dan sumber daya komunitas yang dapat memberikan dukungan kepada individu yang mengalami Toxic Relationship. Ini bisa termasuk kelompok dukungan, pusat krisis, atau layanan yang dapat membantu bro-sist keluar dari situasi berbahaya.

Mengatasi toxic relationship tidak selalu mudah. Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan waktu dan upaya yang signifikan. Penting untuk mengambil langkah-langkah yang akan meningkatkan kesejahteraan bro-sist dan mencari dukungan dari orang-orang yang bro-sist percayai. Jika bro-sist berada dalam situasi yang berbahaya atau darurat, segera hubungi lembaga yang menyediakan bantuan darurat, seperti nomor darurat nasional atau organisasi yang dapat membantu korban kekerasan dalam rumah tangga.

Kesimpulan

Toxic relationship adalah hubungan yang merugikan dan merusak salah satu atau kedua belah pihak yang terlibat. Hal ini seringkali disebabkan oleh masalah dalam dinamika hubungan, ketidakseimbangan kekuasaan, kurangnya komunikasi yang sehat, atau perilaku yang merugikan, bukan karena cinta yang terlalu besar.

Untuk mengatasi toxic Relationship, langkah-langkah seperti mengenali diri, berbicara terbuka, mencari dukungan dari orang-orang yang dipercayai, mempertimbangkan bantuan profesional, dan jika perlu, memutuskan hubungan tersebut dapat diambil. Perlu diingat bahwa bro-sist perlu memprioritaskan kesejahteraan pribadi dalam menghadapi situasi semacam ini serta jangan ragu untuk mencari bantuan ketika diperlukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *